INFO OKI (OLIMPIADE KIMIA INDONESIA)




Bagi peserta Olimpiade Kimia Indonesia yang mendaftar via Online (transfer melalui rekening) jangan lupa rayon tempat pada saat regristrasi ulang untuk membawa
1.       Bukti pembayaran
2.       Formulir pendaftaran yang telah diisi lengkap dan foto 4x6
3.       Fotokopy kartu pelajar tiap anggota tim

Regristrasi ulang : minggu, 27 Oktober 2013
Pukul 06.30-07.10
Dirayon yang telah ditentukan

Untuk guru pendamping yang mendapatkan voucher workshop gratis diharapkan menyerahkan surat tugas dari sekolahhttp://oki2013.com/



SOLVENT WENT TO BANDUNG

SOLVENT WENT TO BANDUNG

Hari itu masih pukul 03.00 WIB, tepatnya di hari Minggu di tanggal 8 September 2013. Dengan berbekal baju beserta peralatan lainnya dan dengan niat mencari pengalaman, rombongan angkatan 2011 melakukan perjalanan panjang sejauh kurang lebih 926 km menuju kota kembang, Bandung. Perjalanan panjang ini dipimpin oleh Bapak Agung selaku dosen biokimia dan Mas Darma selaku teknisi laboratorium kimia organic dan sebuah tour organizer. Memang melelahkan melakukan perjalanan se-panjang itu, akan tetapi terbayar dengan pengalaman yang kami dapatkan pada saat melakukan kunjungan di 2 institusi yang terkenal di Bandung, yaitu di Institut Teknologi Bandung yang biasa disebut dengan sebutan ITB dan sebuah lembaga penelitian yang berada tepat didepannya, yaitu PT.BATAN. Kunjungan pertama yang kami lakukan yaitu ke ITB terlebih dahulu. Kami tiba di halaman depan ITB pada pukul 08.30 WIB dan disambut oleh seorang tour guide yang merupakan salah satu mahasiswi Jurusan Kimia ITB yang bernama Rindu, orangnya cantik, imut-imut lagi. Untuk para lelaki jurusan kimia yang jomblo boleh mendaftarkan diri kok *ups hahahhahaha. Lalu kami berjalan menuju Gedung Jurusan Kimia yang melewati fakultas MIPA, dan ternyata... Fakultas MIPA di ITB memiliki luas area yang cukup luas, gedungnya pun rata-rata semuanya bertingkat. Fakultas MIPA di ITB terbagi menjadi 4, yaitu jurusan matematika, fisika, kimia, dan astronomi, jurusan biologi tidak tergabung dalam fakultas MIPA. Kami tiba di gedung jurusan kimia dan singgah di laboratorium kimia fisik yang letaknya di lantai 2 gedung baru Jurusan Kimia, selain laboratorium kimia fisik, ada juga laboratorium biokimia. Untuk laboratorium kimia organic dan anorganik letaknya di gedung lama yang letaknya tepat disebelah gedung baru jurusan kimia. Luas laboratorium disana hampir 2 kali dari luas laboratorium di jurusan kita. Tidak hanya luas laboratoriumnya, laboratorium disana juga terbagi menjadi tiga bagian yaitu laboratorium yang digunakan untuk menunjang proses belajar mengajar, laboratorium untuk pengerjaan tugas akhir dan laboratorium untuk pendidikan dimana laboratorium ini digunakan untuk para guru pengajar sekolah yang sedang melakukan studi disana. Yang menarik lagi pada saat kami diijinkan untuk mengunjungi sebuah laboratorium kecil yang telah distandarisasi, karena didalamnya terdapat peralatan yang harus dijaga suhu dan kelembapannya. Contohnya spektroskopi IR dan spektroskopi ramen dimana alat ini hanya dioperasikan oleh satu orang yang benar-benar mengerti bagaimana cara mengoperasikan alat ini. Semoga saja untuk beberapa waktu kedepan laboratorium di jurusan kita bisa seperti mereka ^^ Jurusan kimia juga baru selesai melakukan penelitian yaitu menggunakan alga sebagai bahan bakar yang dilakukan oleh Bapak Zeily Nurrachman. Beliau telah mempublikasikan tulisannya pada harian kompas bulan lalu. Hingga kini beliau sedang mencoba untuk memproduksi dan mengkomersilkan hasil penelitiannya itu ke public sehingga akan dapat menggantikan bahan bakar yang sumbernya merupakan sumber daya alam yangdapat diperbaharui lagi. Kemudian kami menuju tempat kunjungan kedua, yaitu PT. BATAN, sebuah lembaga penelitian yang menggunakan tenaga nuklir. Disana kami disambut oleh bapak… beliau merupakan salah satu operator dari reactor nuklir setinggi sepuluh meter atau setara dengan gedung tiga lantai. Wahhh besar pake banget ya ternyata… Sebelum kami diajak masuk dalam ruangan reactor nuklir, kami diberi sedikit kuliah mengenai manfaat dan bahaya nuklir. Ternyata nuklir nggak selamanya jadi momok bangi kalangan masyarakat awam yang masih terbatas pengetahuannya tentang nuklir loh, nuklir juga bermanfaat untuk mendeteksi unsure yang terdapat pada suatu bahan makanan atau bahan lainnya. Untuk teknologi beberapa waktu terakhir ini, dalam sekali penelitian suatu bahan dapat mendeteksi banyak unsure dalam waktu yang bersamaan. Indonesia memiliki 3 reaktor nuklir yang bertempatkan di Bandung yang memiliki daya 2000 kW, di Yogyakarta yang memiliki daya 250 kW, dan di Serpong, Banten memiliki daya 30 MW yang merupakan daya terbesar diantara dua lainnya. Setelah mendapatkan sedikit gambaran tentang reaktor nuklir, kami diajak melihat reaktor nuklir yang nyata. Dan memang, ruangan reaktor nuklir sangat besar. Kami juga diajak melihat langsung reaktor nuklir dari atas yang mana bagian atas merupakan tempat tabung bahan bakar yang dioperasikan melalui operator, ya kira-kira seperti kolam renang berkedalaman 10 meter. Serem!! Bahan bakar tersebut merupakan hasil reaksi fisi dari unsur berikut ini : 235U + neutron 92Kr + 142Ba + 2 neutron Setelah memasuki ruangan reaktor nuklir, kami mengunjungi tempat pendeteksi adanya radiasi pada tubuh kita. Jika alat menyatakan “clean”, maka kita dinyatakan bebas dari radiasi. Tapi sebaliknya, jika alat menyatakan kita terkena radiasi maka kita harus melakukan beberapa tahap untuk menghilangkan radiasi yang ada pada tubuh kita. Sebenarnya tubuh manusia pasti akan terkena radiasi yang berasal dari matahari bahkan makanan yang kita makan setiap hari. Akan tetapi radiasi yang seperti itu dinamakan radiasi alami, sehingga tidak menimbulkan bahaya apapun untuk tubuh kita. Semoga informasi ini dapat membuka wawasan para masyarakat tentang nuklir yang masih sangat terbatas ^^

Olimpiade Kimia Indonesia 2013

Buruan ikuti Olimpiade Kimia Indonesia 2013 untuk siswa SMA/MA/SMK/sederajat tingkat regional Jember, Banyuwangi, Lumajang, Probolinggo, Situbondo, Bondowoso, Lumajang, Pasuruan. Dapatkan hadiahnya jutaan rupiah.

Pengumuman Program Mahasiswa Wirausaha Universitas Jember 2013

AYO, Buruan ikutan, terakhir 31 Agustus 2013

KIMIA DI MATA INSINYUR PERTANIAN

Begitulah judul kuliah umum yang diberikan oleh Bapak Ir. Neran M. Kes. Kuliah umum yang sekaligus termasuk dalam serangkaian acara lepas pisah dengan Bapak Neran karena sudah purna tugas ini dihadiri banyak undangan dan mahasiswa. Meskipun acara dilaksanakan saat bulan puasa, tidak mengurangi antusiasme undangan yang hadir. Dibuka dengan sambutan dari ketua jurusan, suasana haru nampak terasa. Kata sambutan yang disampaikan oleh Bapak A. Sjaifullah M.Sc P.hD membuat beberapa hadirin yang hadir ikut meneteskan air mata. Kesan yang mendalam mengenai sosok Pak Neran, membuat perasaan kehilangan karena masa tugas Pak Neran di jurusan Kimia sudah berakhir menjadi semakin terasa. Begitu juga ketika diputarkan slide yang terdapat beberapa foto kenangan Pak Neran juga membuat suasana haru semakin terasa. Banyak kesan disampaikan oleh dosen maupun mahasiswa yang isinya bermacam-macam. Sosok Pak Neran yang tidak hanya mengajarkan teori mata kuliah, tetapi juga mengajarkan bagaimana belajar yang benar. Ketika materi yang beliau sampaikan tentang berdirinya FMIPA dan Jurusan Kimia khususnya, serta kendala yang selama ini dihadapi, banyak masukan serta harapan dari beliau yang hingga saat ini belum terwujud. Bagaimana kita sebagai mahasiswa MIPA, Kimia khususnya, bisa mewujudkan harapan beliau yang sebenarnya memiliki tujuan yang sangat baik. Salah satunya adalah mengembalikan tujuan awal didirikannya FMIPA di Universitas Jember. Banyak juga kritikan yang beliau sampaikan tanpa basa-basi, bahkan langsung dihadapan Bapak Dekan FMIPA. Inilah yang membuat banyak orang kagum akan sosok Pak Neran. Kira-kira begitu kesan yang disampaikan oleh beberapa undangan yang hadir. Selain itu, gayanya yang khas, serta kharisma yang berbeda dari dosennya membuat Pak Neran banyak meninggalkan kesan mendalam bagi dosen, teknisi, maupun mahasiswa. Kuliah umum yang rasanya sangat singkat itu akhirnya diakhiri dengan acara ramah tamah. Setelah semua undangan bersalaman dengan Bapak Neran dan Ibu, kemudian sesi foto-foto juga dilakukan. Dan kejutan yang diberikan oleh Pak Neran adalah dibukanya pintu rumah atau istilahnya open house bagi mahasiswa yang ingin konsultasi masalah kuliah denga beliau. Karena selama ini, yang banyak diketahui bahwa jarang sekali Pak Neran mau menemui mahasiswa di rumahnya. Tentu saja hal ini adalah kabar gembira, mengingat masih banyak sekali ilmu yang dapat kita gali jika berdiskusi dengan beliau. Kemudian acara ditutup dengan makan bersama. Dan tampak suasana makin akrab dan kekeluargaan semakin erat. Semoga Bapak Neran dapat terus mengabdikan ilmunya walaupun sudah tidak bertugas di Jurusan Kimia, dan dapat kembali ke Jurusan Kimia untuk berbagi ilmunya lagi melalui kuliah tamu atau seminar-seminar. Terima kasih Pak Neran... *queenbee

Mohammad Bayu Setiawan, Gus Jember 2013

Gus Bayu Membawa Piala Bergilir Bupati Jember ditemani supporter
Luar biasa merupakan ungkapan yang layak diberikan kepada Mohammad Bayu Setiawan yang malam ini (29/06) berhasil dinobatkan sebagai Gus Jember 2013. Pria yang memiliki postur tinggi ini telah melewati seleksi yang ketat diawali dengan audisi hingga terpilih masing-masing 12 finalis Gus dan Ning Jember 2013. Setelah terpilih, mahasiswa angkatan 2010 ini menjalani massa prakarantina selama hampir satu bulan dan masa karantina selama lima hari sebelum tampil pada malam grand final di GOR Kaliwaten Jember.
Malam puncak pemilihan Gus dan Ning Jember kali ini dihadiri langsung oleh Miss Indonesia 2013, Vania Larissa. Selain itu, hadir pula Wakil Bupati Jember, Cak dan Ning Surabaya, dan Kacong dan Jebbhing Bondowoso. Selama proses prakarantina dan karantina dilakukan penilaian terhadap 24 finalis Gus dan Ning Jember untuk dipilih menjadi 5 besar. Setelah itu, ke sepuluh Gus dan Ning Jember ini akan mendapatkan pertanyaan dari dewan juri yang hanya boleh dijawab selama 30 detik. Bayu, peserta nomor undi 23 berhasil lolos menjadi lima besar. Di sesi penjurian yang terakhir, Bayu mendapat pertanyaan dari Ketua Dewan Juri, ibu Silvi mengenai kepribadian. Saat ditanya mengenai kriteria kepribadian yang harus dimiliki ketika terpilih menjadi Gus Jember, Bayu dengan tegas menjawab Brain, Beaty, Behaviour, dan Be Comitte atau adanya komitmen atas pilihan yang dilakukan. Hal ini mengundang riuh tepuk tangan dari penonton. Jawaban ini mengantarkan Bayu menjadi gus Jember 2013.

Selain terpilih menjadi Gus Jember 2013, Mohammad Bayu Setiawan juga memenangkan katagori Best Photo Shoot. Pria asli Jember ini mendapatkan hadiah berupa piala Gus Jember, piala bergilir Bupati Jember, uang tunai, souvenir dari sponsor, dan satu unit sepeda motor. Selamat untuk Mohammad Bayu Setiawan. Semoga hal ini mampu membawa kita menjadi pribadi yang lebih baik ke depan. Amin [.]

Perjalanan “Gema Scienta Choir” Meraih Medali Perak untuk MIPA

Perjalanan “Gema Scienta Choir” Meraih Medali Perak untuk MIPA Assalamu’alaikum wr.wb.

perkenalkan, saya Sarifatun Nahariyah, sapa saja Sari. Saya ingin sedikit berbagi pengalaman pada lomba paduan suara Rector Cup dalam rangka hari pendidikan nasional. 

 
 Medali Perak diperoleh tim paduan suara MIPA dengan jalan yang tidak mudah. Latihan dimulai sekitar 2 bulan yang lalu. Namun, jumlah personil yang fix, baru ditetapkan sekitar 1 bulan sebelum lomba. Tim paduan suara berlatih pada hari Senin dan Rabu, yang selalu dibimbing oleh Mas Helmi, begitu tim paduan suara memanggil beliau. Rasanya, Mas Helmi adalah pelatih paling sabar dan telaten, tutur Gita, salah satu tim alto paduan suara MIPA dari jurusan kimia. Setiap hari, Mas Helmi membimbing tim dengan sangat telaten. Tak lupa, Mbak Vera sang dirijen yang takhenti-hentinya memperbaiki kesalahn-kesalahan tim. Pada awal latihan, tim belum bisa menunjukkan semangat latihan sama sekali. Latihan pukul 19.00 WIB, seringkali dimulai pada pukul 20.00 WIB. “MIPA ini kok anyep ya. Padahal mau lomba.”, tutr Mas Helmi sambil tertawa, saat menanti kehadiran full team untuk latihan. Ketidaksungguhan tim membuat Bunda-bunda MIPA, Ibu PD II dan PD III, Ibu Nurul dan Ibu Wuri yang selalu menemani tim untuk tiap latihan. Bahkan, Ibu Wuri pernah mengirim sms kepada tim paduan suara untuk latihan, datang tepat waktu. Hingga saatnya, latihan untuk lagu pilihan. Lagu pilihan yang diberikan sang Coach adalah “Bungong Jeumpa” dari Aceh. Semangat tim tergugah oleh lagu pilihan yang memang harus dibawakan dengan penuh semangat. Salah satu gerakan lagu ini adalah tari saman. Tim berusaha semaksimal mungkin agar gerakan tari kompak. Sabtu (01/06) dapat dikatakan menjadi hari penentuan untuk tim paduan suara fakultas MIPA, “Gema Scienta Choir”. Tepat pukul 14.45 WIB, tim selesai persiapan tampil. Tim kemudian pemanasan suara di depan gedung matematika. Hawa pertandingan sudah mulai terasa, tegang dan mencekam. Namun, hawa itu berubah menjadi rasa optimis oleh kata-kata Mas Helmi, “Bagus, tidak ada suarayang turun”. Selesai pemanasan, Ibu Wuri memberikan sambutan agar tim semangat. Tim berangkat ke Sutardjo menggunakan mobil fakultas. Di sana, tim disambut oleh Ibu Nurul yang tidak sabar menyaksikan putra putrinya tampil. “Kita sambut peserta dengan nomor urut "6” pertanda Gema Scienta Choir dipanggil ke panggung. Inilah saatnya, tim berjuang hingga titik darah penghabisan untuk MIPA tercinta. Gema Scienta Choir menyanyikan dua buah lagu, lagu wajib adalah Warisan I dan lagu pilihan Bungong Jeumpa dari Aceh. Pukul 22.30 WIB adalah saatnya pengumuman pemenang. Hal yang sangat mengejutkan adalah, peringkat 15 hingga 1 dibacakan satu per satu dan disebutkan nama fakultasnya. Semoga tidak terlalu buruk, itulah do’a yang terpanjat saat itu. Fakultas MIPA lolos dari peringkat 15 hingga 7. Wajah lega mulai tergambar di wajah-wajah tim Gema Scienta Choir. Daan...peringkat 6 diraih oleh Fakultas MIPA. Sorak sorai tim langsung mencuat. Rasa syukur tak terkira, rasa senang tak terbendung. Dan itu artinya Medali Perak berada di tangan. Terima kasih Bunda-bundaku, Ibu Nurul dan Ibu Wuri. Terima kasih Mas Helmi Hidup Gema Scienta Choir.

Popular Posts

buku Ir. Neran M.Kes